Menyebabkan berarti membuat sesuatu terjadi atau menjadi ada akibat suatu hal. Kata ini adalah verba (kata kerja) berimbuhan me- dari kata dasar sebab, dan biasa dipakai untuk menghubungkan sebab dengan akibat dalam satu kalimat.
Sinonim Kata Menyebabkan
- Mengakibatkan
- Menimbulkan
- Memicu (untuk reaksi yang cepat atau mendadak)
- Memunculkan
- Mendatangkan
- Membuahkan (konteks hasil akhir, bisa baik atau buruk)
- Menyulut (konteks konflik, amarah, atau kekacauan)
- Melahirkan (konteks abstrak, seperti ide atau masalah baru)
Perbedaan Nuansa
Mengakibatkan hampir identik dengan menyebabkan dan bisa saling menggantikan di hampir semua konteks tanpa mengubah makna. Memicu berbeda karena menekankan proses yang cepat atau reaksi berantai, cocok untuk konflik, kerusuhan, atau kejadian mendadak yang langsung meletus. Menimbulkan lebih netral dan sering dipakai untuk dampak yang muncul perlahan, misalnya penyakit, keresahan, atau opini publik. Menyulut khusus dipakai untuk suasana yang memanas seperti kemarahan, kerusuhan, atau pertikaian, jadi tidak cocok untuk hal netral seperti penyakit. Sementara itu, membuahkan biasanya menggambarkan hasil akhir dari proses panjang, entah itu kerja keras yang membuahkan sukses atau kelalaian yang membuahkan penyesalan.
Contoh Kalimat
- Hujan deras semalam mengakibatkan beberapa ruas jalan tergenang air.
- Komentar politisi itu memicu perdebatan panjang di media sosial.
- Kebiasaan begadang menimbulkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.
- Provokasi di pertandingan itu menyulut kericuhan antarsuporter.
- Kenaikan harga BBM mendatangkan keluhan dari para sopir angkot.
- Kerja keras tim selama setahun akhirnya membuahkan hasil berupa penghargaan nasional.
Antonim Kata Menyebabkan
- Mencegah
- Menghalangi
- Meniadakan
- Menghentikan
FAQ
Apa beda menyebabkan dan mengakibatkan?
Keduanya bermakna sama dan bisa dipakai bergantian di hampir semua kalimat. Perbedaannya hanya soal kebiasaan pemakaian, bukan makna.
Apakah memicu selalu berkonotasi negatif?
Tidak selalu. Memicu memang lebih sering muncul dalam konteks konflik atau reaksi buruk, tetapi bisa juga dipakai untuk hal positif, misalnya “diskusi itu memicu munculnya ide-ide segar”.