Adalah adalah kata penghubung (kopula) yang menyatakan definisi, identitas, atau penjelasan antara subjek dan predikat dalam sebuah kalimat. Secara kelas kata, “adalah” tergolong verba kopula, bukan kata sifat maupun kata benda, sehingga fungsinya hanya menghubungkan, bukan menerangkan sifat atau menyebut nama benda. Contoh pemakaiannya: “Jakarta adalah ibu kota Indonesia.”
Sinonim Kata Adalah
- ialah
- merupakan
- yaitu (dipakai untuk merinci atau menyebutkan)
- yakni (dipakai untuk merinci, kesan lebih formal)
- berarti (dalam konteks menjelaskan makna)
- termasuk (dalam konteks kategori atau golongan)
Perbedaan Nuansa
“Adalah” dan “ialah” hampir sama, tetapi “ialah” lebih lazim dipakai sebelum predikat berupa kata atau frasa pendek, sementara “adalah” lebih fleksibel dipakai untuk predikat yang panjang atau berupa klausa. “Merupakan” menekankan bahwa subjek adalah bagian, wujud, atau hasil dari sesuatu, sehingga cocok untuk konteks formal atau ilmiah. Sementara itu, “yaitu” dan “yakni” bukan kata untuk mendefinisikan, melainkan untuk merinci anggota dari sesuatu yang sudah disebut sebelumnya.
“Berarti” dipakai saat menjelaskan makna atau konsekuensi logis dari suatu pernyataan, bukan identitas literal antarbenda. Adapun “termasuk” dipakai untuk menyatakan keanggotaan dalam suatu kategori, bukan kesetaraan penuh seperti “adalah”.
Contoh Kalimat
- Air ialah kebutuhan pokok yang tidak bisa digantikan apa pun.
- Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan paling digemari di dunia.
- Ada tiga syarat pendaftaran, yaitu KTP, ijazah, dan pas foto.
- Ia diterima kerja di dua tempat, yakni perusahaan swasta dan instansi pemerintah.
- Nilaimu turun drastis, berarti kamu perlu belajar lebih giat lagi.
- Durian termasuk buah yang aromanya paling dibenci sekaligus dicintai orang.
Antonim Kata Adalah
Sebagai kopula, “adalah” tidak memiliki lawan kata langsung karena fungsinya hanya menghubungkan subjek dan predikat, bukan menyatakan makna tertentu yang bisa dibalik. Namun, secara makna, “adalah” bisa dilawankan dengan kata negasi seperti bukan, yang justru menyangkal kesamaan atau identitas antara subjek dan predikat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah “adalah” dan “ialah” bisa saling menggantikan?
Bisa, dalam banyak kasus. Namun “ialah” terasa lebih pas untuk predikat singkat, sedangkan “adalah” lebih nyaman dipakai untuk predikat yang panjang atau berupa penjelasan.
Kapan sebaiknya memakai “yaitu” dibanding “adalah”?
Gunakan “yaitu” saat hendak merinci atau menyebutkan anggota dari sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya, bukan untuk membuat definisi langsung seperti “adalah”.
Apakah “merupakan” termasuk kata baku dan boleh dipakai dalam tulisan resmi?
Ya, “merupakan” adalah kata baku dan lazim dipakai dalam tulisan formal, laporan, maupun karya ilmiah.